2011

Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. Nikon D90. Ini saya ambil waktu kami sekeluarga berlibur ke Malang di awal tahun 2011. Minggu pagi yang cerah, kami berhenti sebentar di tepi hutan kecil milik Perhutani. Di lapangan sedang berlangsung seru permainan sepakbola dari anak-anak yang sedang menikmati hari minggunya.

Central Park Ballroom, Jakarta Barat. Nikon D90. Bersekolah lagi di Binus Business School tidak serta merta membuat jiwa raga menjadi seorang Binusian. Karena itu saya ingin melihat kultur Binus secara keseluruhan dengan menghadiri acara perayaan ulang tahunnya. Inilah Binus University yang sesungguhnya, mulai dari kampus-kampus S1, hingga sekolah internasional-nya tumplek blek di sini.

Java Jazz Festival 2011, PRJ Kemayoran. Nikon D90. Berdesak-desakan bersama puluhan fotografer penghobi dan profesional adalah sebuah kenangan yang berkesan buat saya. Bagaimana kita diusir panitia tapi tetap bandel aja demi mendapatkan angle yang bagus. Tidak sia-sia, ada selusin artis binaan almarhum Elfa Secoria (yang baru saja meninggal dunia saat itu) tampil. Termasuk Titi DJ.

Tol Dalam Kota Jakarta. Panasonic Lumix DMC F-3. Saya sedang pulang dari Kalimantan Timur ketika melihat pemandangan kota Jakarta dari atas bus Damri bandara. Terlihat di sana adalah Mal Mega Pluit yang megah. Inilah Jakarta, sebuah campuran adukan surga dan neraka, begitu sebuah novel melukiskan kota Jakarta.

Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Panasonic Lumix DMC F-3. Apalagi yang saya perlukan untuk melukiskan Jakarta? Saya pikir ini sudah cukup mewakili. Trans Jakarta, Hotel Grand Indonesia Kempinski, dan tentu saja lifestyle-nya! Saya sudah cukup banyak bercerita tentang Car Free Day, yang antusiasme-nya masih sangat tinggi hingga sekarang — sejak saya menjadikannya Essay Foto tersendiri di pertengahan 2010 kemarin.

Pancoran Barat. Nikon D90. Bunga favorit saya bukan Mawar atau Melati, tetapi Sedap Malam. Ia menggambarkan sebuah kecantikan yang sederhana yang sering dilupakan orang yang lebih suka Mawar dan Melati. Di balik kesederhanaannya, Sedap Malam tetap menyimpan keharuman yang menawan yang ia sembunyikan di siang hari. Bunga ini saya dapatkan dari teman kuliah yang berbisnis bunga-bungaan — dan ia membawakan terlalu banyak!

Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Nikon D90. Buat saya, Ragunan bukan sekadar kebun binatang, juga tempat untuk eksplorasi lensa tele, olahraga, sekaligus tempat rekreasi murah yang menyenangkan. Seharian saya habiskan untuk memotret hewan-hewan yang ada di sana, dan lagi-lagi, Elang Bondol menjadi salah satu foto terbaik saya. Saya persembahkan ini dalam ukuran besarnya agar lebih mantap untuk dinikmati.

Jl. Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur. Panasonic Lumix DMC F-3. Saya bilang di posting tentang foto ini, bahwa event Car Free Day di jalan Pemuda jauh berbeda dengan CFD di Sudirman-Thamrin. Di sini, kesan egaliter-nya lebih terasa. Di event ini pulalah, saya bertemu dengan keluarga Stenly, guru piano saya, untuk kali terakhir di Jakarta sebelum mereka sekeluarga pindah ke Denpasar.

Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Nikon D90. Pantai selalu menarik minat saya untuk memotret sunrise atau sunset-nya. Tetapi ternyata, Pantai Parangtritis menawarkan sesuatu yang berbeda untuk saya. Kabut tebalnya membuat saya bisa menghilangkan garis cakrawala dan menyatukannya dengan langit kemerah-merahan. Kondisi cahaya pada saat itu begitu unik. Dan mungkin saya tidak bisa mereproduksi foto ini lagi karena ketepatan momen-nya yang sulit untuk diulangi lagi.

Kompleks Kraton, Yogyakarta. Nikon D90. Perjalanan fotografi di tahun 2011 ditutup dengan manis di Jogja. Jogja benar-benar kota yang berkesan. Anda harus mencoba jalan-jalan sore dengan menggunakan becak atau andong di sini. Anda akan merasakan betapa tiba-tiba waktu melambat, semua orang bergerak dengan slow motion, menikmati hidup.

Inilah foto-foto terbaik saya di tahun 2011, khusus untuk cerita di Jogja sendiri, saya akan segera rilis essay foto yang berisi kesan-kesan saya waktu lima hari di Jogja. Terima kasih sudah mengapresiasi karya saya dengan berkunjung di sini. Ditunggu komentarnyaaaa!

6 Comments

  1. A New Day Has Come » Sepuluh Foto Terbaik Saya di 2011
    January 10, 2012

    [...] saya sudah punya rumah baru untuk tempat foto-foto, silakan menikmatinya di http://foto.galihsatria.com Dan berikut adalah bonus untuk foto-foto di tahun-tahun 2007-2010. [...]

    Reply
  2. Shelly Tutupoho
    January 10, 2012

    Saya suka fotonya. Terlebih lagi setiap ceritanya. Seperti membawa saya ke dalam situasi di mana foto itu diambil. Nice!

    Reply
  3. budiono
    January 11, 2012

    woks.. paling suka foto siluet gadis sexy di tepi pantai itu. itu menurut saya best of the best dari foto2 yang ada di halaman ini :d

    btw saya mbediding setiap kali lewat jalan layang bertumpuk2 itu, apalagi kalo supir taksinya ngebut di belokan, mbayangin kejungkel ke bawah, betapa bahayanya.. dan saya amati konstruksinya dari baja alih-alih dari beton. lebih kuat mana ya?

    Reply
  4. Rizal
    January 11, 2012

    keren…. two thumbs up…

    Reply
  5. Dhika
    January 11, 2012

    Bagus semuaah..!! (hehe)

    udah mas, buka studio foto aja deh.. :P

    mudah2an 2012, aku menemukan foto pernikahanmu ya mas :D (aamiin)

    Smangaat2..!!

    Reply
  6. Dhika
    January 11, 2012

    Bagus semuaah..!! (hehe)

    udah mas, buka studio foto aja deh.. :P

    mudah2an di 2012, aku menemukan foto pernikahanmu ya mas :D (aamiin)

    Smangaat2..!!

    Reply

Leave a Reply